Lintasan lari 100 meter adalah panggung kejam di mana setiap milidetik menentukan takdir. Dalam dunia olahraga yang penuh tekanan ini, batasan fisik dan mental diuji hingga titik nadir, memaksa para pelari untuk menghadapi sisi gelap dari ambisi mereka.
Togashi adalah pemuda dengan bakat alami yang tak terbantahkan, namun jiwanya terasa hampa. Ia mencari pembenaran atas keberadaannya melalui kecepatan, menjadikan lintasan sebagai pelarian dari rasa kesepian yang terus menghantui setiap langkahnya.
Pertemuan tak terduga dengan Iba, seorang pelari veteran yang memiliki filosofi bertolak belakang, memicu konflik batin yang hebat. Hubungan mereka bukan sekadar rivalitas, melainkan cerminan dari obsesi yang berbeda dalam mengejar kesempurnaan teknis.
Ketegangan meningkat saat ego mereka mulai bentrok, memaksa keduanya untuk mempertanyakan alasan sebenarnya mereka berlari. Apakah ini tentang validasi diri atau sekadar pembuktian di depan dunia yang hanya peduli pada siapa yang mampu mencapai garis finis duluan?
Drama psikologis ini menyelami kedalaman tekad manusia saat berhadapan dengan impian. Di bawah terik matahari dan kepulan debu lintasan, mereka harus menaklukan monster dalam diri sendiri sebelum mampu melampaui rekor waktu yang selama ini dianggap tak mungkin.