Dunia paduan suara yang tenang mendadak jadi kacau bagi Satomi, seorang siswa SMP yang merasa hampa setelah pensiun dari klubnya. Hidupnya yang membosankan berubah total saat ia terjebak dalam situasi absurd yang melibatkan yakuza dan karaoke.
Pertemuan tak terduga dengan Kyouji, seorang anggota geng yang terobsesi dengan menyanyi, memaksa Satomi masuk ke dunia yang asing. Kyouji butuh bimbingan vokal agar tidak kalah memalukan di kompetisi karaoke geng yang sangat menentukan nasibnya.
Perbedaan usia dan latar belakang yang kontras menciptakan dinamika kocak antara keduanya. Sembari melatih teknik bernyanyi, mereka menjalin ikatan unik yang melintasi batas dunia mereka yang berseberangan, menciptakan persahabatan yang benar-benar tak terduga.
Ketegangan pun meningkat seiring mendekatnya hari perlombaan yang sangat ditakuti Kyouji. Satomi harus memutar otak untuk mengasah bakat pas-pasan gurunya itu agar terhindar dari hukuman berat yang mengancam sang yakuza jika ia gagal tampil memukau nanti.
Komedi kelam ini menggali sisi kemanusiaan di balik kerasnya kehidupan dunia kriminal. Melalui nada-nada lagu karaoke, hubungan mereka berkembang menjadi refleksi tentang pencarian jati diri, keberanian, dan bagaimana musik menyatukan dua jiwa yang asing.
Dunia Gamindustri kembali diguncang oleh anomali dimensi yang mengancam kestabilan tiap negeri. Di tengah kekacauan, teknologi misterius bernama HiâLight muncul, menjanjikan kekuatan luar biasa namun membawa risiko kehancuran total bagi realitas yang kita kenal.
Sang protagonis ceria, Neptune, harus memimpin rekan-rekannya menghadapi krisis ini. Hubungannya dengan Noire diuji saat perbedaan pendapat soal penggunaan teknologi tersebut memicu gesekan serius di antara para CPU penguasa wilayah.
Di sisi lain, Blanc yang pendiam berusaha menggali rahasia kelam di balik asal-usul HiâLight. Sifatnya yang keras kepala sering kali membuatnya berbenturan dengan Vert, yang lebih memilih pendekatan diplomasi demi menjaga kedamaian rakyat.
Konflik internal pun memuncak ketika Nepgear menemukan bahwa kekuatan baru tersebut perlahan mulai mengonsumsi memori para CPU. Kepercayaan antar sahabat kini menjadi taruhan utama di tengah gempuran musuh yang memanfaatkan kelemahan emosional mereka.
Apakah mereka mampu menyatukan kekuatan sebelum dunianya benar-benar runtuh? Persahabatan, pengorbanan, dan pertarungan epik akan menentukan nasib masa depan, di mana garis antara pahlawan dan kehancuran semakin kabur seiring meningkatnya intensitas ancaman.