Intensitas kompetisi basket SMA memuncak saat babak semifinal Winter Cup dimulai. Tim SMA Seirin harus menghadapi tembok besar yang tak tergoyahkan. Tekanan dari para lawan tangguh memaksa setiap pemain mengeluarkan potensi terbaik demi melaju ke puncak kejayaan.
Tetsuya Kuroko kini harus berhadapan dengan mantan rekan setimnya yang jenius. Sebagai bayangan, dia berusaha membuktikan bahwa gaya bermain kerja sama tim mampu melampaui bakat alami individu yang egois, meski rintangan di depannya terasa sangat mustahil.
Sementara itu, Taiga Kagami menjadi tumpuan harapan tim dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa. Dia berjuang keras mengatasi trauma dan ambisi untuk melampaui batas kemampuannya, demi mendukung mimpi sang rekan untuk meruntuhkan dominasi para pemain elit.
Konflik batin menyelimuti para anggota Generation of Miracles, termasuk Seijuro Akashi yang dingin. Masa lalu yang kelam dan perbedaan filosofi bermain menciptakan jurang pemisah di antara mereka, memicu pertarungan sengit di atas lapangan yang penuh dendam.
Pertandingan demi pertandingan menjadi ujian sejati bagi mentalitas dan ikatan persahabatan mereka. Kini, saat strategi dan ego saling beradu, mereka harus menemukan arti kemenangan yang sebenarnya sebelum peluit akhir dibunyikan di laga penentuan yang epik.
Persaingan basket SMA semakin memanas saat babak penyisihan Interhigh usai. Kini, fokus beralih ke turnamen Winter Cup yang jauh lebih brutal. Semangat membara para atlet muda kembali diuji di lapangan demi membuktikan siapa tim terbaik di seluruh Jepang.
Tetsuya Kuroko dan rekan setimnya di Seirin bertekad menuntaskan misi mereka. Sang bayangan yang tenang ini harus bekerja lebih keras bersama Taiga Kagami, rekan setimnya yang eksplosif, demi menghadapi musuh-musuh kuat yang menanti.
Munculnya anggota Generation of Miracles lainnya membawa ancaman nyata. Kehadiran Ryota Kise, Shintaro Midorima, serta Daiki Aomine membuat peta persaingan berubah drastis. Mereka tidak lagi sekadar kawan lama, melainkan lawan yang sulit ditaklukkan.
Hubungan antar pemain pun makin pelik ketika masa lalu mulai terkuak di lapangan. Ego dan ambisi para pemain jenius ini berbenturan keras, memaksa setiap karakter untuk melampaui batas kemampuan mereka sendiri demi mengejar keunggulan di atas lantai kayu.
Tensi laga meningkat saat taktik dan fisik diuji hingga titik nadir. Kerja sama tim versus kehebatan individu menjadi tema sentral yang terus beradu. Siapakah yang akan bertahan di kerasnya liga ini saat mimpi besar mereka dipertaruhkan dalam setiap skor?