Musim ketiga ini membawa Liella! ke babak baru yang lebih menantang di sekolah musik Yuigaoka. Dengan kedatangan anggota baru, dinamika grup idol sekolah ini pun berubah drastis. Mereka kini harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan impian besar mereka.
Kanon Shibuya memimpin rekan-rekannya dengan penuh dedikasi meski tekanan kompetisi semakin berat. Hubungannya dengan Keke Tang menjadi poros kekuatan emosional, di mana mereka berusaha menyatukan visi di tengah ambisi yang terkadang berbeda.
Kehadiran Chisato Arashi memberikan keseimbangan yang sangat dibutuhkan dalam grup. Dia terus menjadi penyemangat saat Sumire Heanna merasa tertekan oleh ekspektasi publik yang kian tinggi, menciptakan bumbu persaingan sehat di antara para anggota grup.
Ren Hazuki kini lebih terbuka, memimpin pengembangan musikalitas mereka dengan gaya yang anggun. Namun, tantangan muncul saat Kinako Sakurakoji dan anggota junior lainnya mulai menuntut ruang untuk menunjukkan potensi unik mereka di atas panggung.
Konflik batin dan ego mulai mewarnai perjalanan mereka menuju kompetisi puncak Love Live. Akankah mereka mampu mengatasi keraguan diri dan tetap bersatu sebagai satu harmoni indah saat menghadapi panggung terbesar yang pernah ada dalam karier bermusik mereka?
Dunia idola sekolah kembali bersinar di SMA Putri Yuigaoka yang baru saja berdiri. Di tengah hiruk-pikuk sekolah elit, impian besar mulai tumbuh untuk meraih kejayaan melalui musik. Ambisi tulus ini menjadi pemicu bagi sekelompok siswi untuk berani tampil beda.
Kanon Shibuya adalah gadis berbakat dengan suara emas, namun ia dihantui oleh rasa gugup luar biasa saat harus tampil di depan umum. Pertemuannya dengan Tang Keke, siswi antusias asal Shanghai, membuka jalan bagi mereka untuk membentuk grup idola.
Hubungan mereka kian berwarna dengan hadirnya Chisato Arashi, sahabat masa kecil yang suportif, serta Sumire Heanna yang ambisius. Dinamika unik antar anggota sering memicu perdebatan kecil yang menguji kekompakan mereka dalam latihan yang melelahkan.
Di sisi lain, Ren Hazuki muncul dengan sikap dingin dan penolakan keras terhadap kegiatan idola karena alasan pribadi yang mendalam. Ketegangan ini menjadi tantangan besar bagi grup, memaksa mereka mencari cara untuk menyatukan visi di tengah perbedaan prinsip.
Perjalanan mereka bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan pembuktian diri melawan keraguan. Dengan dukungan satu sama lain, mereka berjuang keras mengatasi trauma dan ego demi menciptakan melodi indah yang mampu menyentuh hati para pendengarnya di panggung megah.