Dunia ninja yang penuh intrik dan aksi bela diri mematikan menjadi latar belakang kisah epik ini. Desa Konohagakure yang damai terancam oleh kehancuran besar akibat serangan siluman rubah ekor sembilan yang haus darah dan menebar teror ke seluruh negeri.
Seorang anak laki-laki bernama Naruto Uzumaki tumbuh sebagai paria yang dijauhi warga desa. Karena memikul beban rahasia di dalam tubuhnya, ia berjuang keras mendapatkan pengakuan melalui tingkah laku konyol demi menutupi kesepian yang mendalam.
Perjalanan menjadi shinobi hebat mempertemukan dia dengan Sasuke Uchiha, rival yang terobsesi oleh dendam kelam. Persaingan sengit antara mereka pun kian memanas, memicu konflik batin yang menguji loyalitas serta persahabatan di tengah dunia shinobi.
Di bawah bimbingan guru penuh misteri, Kakashi Hatake, mereka harus bekerja sama dalam tim yang tidak harmonis. Ketiganya sering terjebak dalam misi berbahaya yang menguji mental serta kemampuan bertarung mereka melawan musuh yang sangat kuat.
Keinginan untuk menjadi pemimpin desa mendorong mereka menghadapi takdir yang penuh luka. Ujian berat, rahasia masa lalu yang terkubur, dan ambisi pribadi memaksa setiap individu memilih jalan antara kekuasaan atau ikatan tulus demi masa depan damai.
Abis berhasil menang dramatis melawan SMA Aoba Jousai, SMA Karasuno—yang dulunya sempat diejek sebagai "raksasa yang jatuh" atau "gagak yang gak bisa terbang"—akhirnya sukses melaju ke babak final Turnamen Musim Semi. Tapi, langkah mereka buat bisa dapet tiket ke turnamen nasional bener-bener dihadang tembok raksasa. Karasuno kudu wajib mengalahkan sekolah unggulan nomor satu, Akademi Shiratorizawa, yang terkenal sebagai raja terakhir di prefektur mereka.
Rintangan paling mematikan buat Karasuno adalah ace andalan Shiratorizawa, Wakatoshi Ushijima. Cowok ini bukan cuma pemain nomor satu di Prefektur Miyagi, tapi juga masuk dalam jajaran tiga besar ace terbaik di seluruh Jepang yang pukulannya setara monster. Cuma tim terkuat yang bisa lolos ke tingkat nasional, dan karena laga ini adalah kesempatan terakhir bagi anak-anak kelas tiga buat main di nasional, Karasuno gak punya pilihan selain ngeluarin semua modal teknik yang udah mereka pelajari selama kamp pelatihan kemarin.
Baku hantam di lapangan voli ini dipastikan bakal berjalan super menegangkan, penuh tensi, sekaligus bikin merinding. Berbekal kombinasi serangan cepat Hinata-Kageyama dan pertahanan solid yang digalang Tsukishima, Karasuno bakal berjuang mati-matian buat menumbangkan sang raja. Pertempuran antara sang gagak melawan burung elang putih pun resmi dimulai!
Setelah kalah di turnamen prefektur, SMA Karasuno bangkit dengan semangat baru demi meraih kemenangan. Fokus kini beralih ke kamp latihan intensif di Tokyo, tempat tim ini harus mengasah kemampuan demi menghadapi lawan-lawan tangguh yang jauh lebih hebat.
Hinata Shoyo yang energik tetap berambisi menjadi ace, sementara Kageyama Tobio berjuang keras menyelaraskan umpan presisi miliknya. Ketegangan internal di antara keduanya memacu pertumbuhan teknik yang sangat krusial bagi masa depan tim.
Kehadiran Tsukishima Kei yang skeptis menambah dinamika emosional, saat ia mulai mempertanyakan makna bermain voli. Di sisi lain, sang kapten Sawamura Daichi harus terus memotivasi anggota tim agar tetap solid di tengah tekanan kompetisi yang berat.
Lawan-lawan kuat seperti Kuroo Tetsurou dari Nekoma menjadi tantangan sekaligus guru tak terduga. Hubungan antar pemain dari sekolah berbeda ini menciptakan rivalitas sehat yang memaksa setiap atlet melampaui batasan fisik serta mental mereka sendiri.
Kini, mereka harus memadukan kekuatan unik setiap individu menjadi satu harmoni serangan yang mematikan. Apakah tekad membaja dan kerja keras tanpa henti cukup untuk membawa Karasuno terbang tinggi menantang tim-tim elit di panggung turnamen nasional?