Sebuah drama klasik penuh kehangatan yang membawa penonton ke pedesaan asri Avonlea. Fokusnya adalah kisah menyentuh tentang harapan, pertumbuhan diri, dan ikatan kekeluargaan yang tak terduga, dibalut dalam suasana abad ke-19 yang sangat memikat hati.
Kehidupan sepasang kakak beradik, Marilla Cuthbert dan saudaranya, berubah drastis saat mereka berniat mengadopsi anak laki-laki. Namun, alih-alih bocah pekerja, mereka justru kedatangan sosok yatim piatu berambut merah yang sangat cerewet dan penuh imajinasi.
Gadis itu adalah Anne Shirley, seorang anak yatim yang penuh semangat namun sering membuat kekacauan. Meski kehadirannya tidak direncanakan, ia perlahan mulai mengubah atmosfer rumah pertanian Green Gables menjadi tempat yang jauh lebih hidup dan berwarna.
Hubungan mereka penuh dinamika, mulai dari kesalahpahaman hingga pertengkaran kecil yang menguji kesabaran. Di sekolah, ia juga harus menghadapi rivalnya, Gilbert Blythe, yang sering memancing emosinya melalui ejekan tentang warna rambut yang ia benci.
Perjalanan gadis ini adalah pencarian jati diri di tengah dunia yang kaku. Dengan imajinasi liar dan optimisme tinggi, ia berusaha membuktikan bahwa meskipun dirinya berbeda, ia layak mendapatkan kasih sayang serta tempat untuk benar-benar merasa di rumah.
Berlatar di pulau indah Kanada, drama slice-of-life klasik ini mengisahkan kekacauan manis di sebuah peternakan. Sepasang kakak beradik berniat mengadopsi anak laki-laki untuk membantu pekerjaan di ladang, namun takdir malah mengirimkan gadis kecil yang sangat cerewet.
Gadis berambut merah bernama Anne Shirley ini datang dengan imajinasi liar dan rasa ingin tahu yang besar. Kehadirannya yang tak terduga sempat membuat Marilla Cuthbert bingung, karena ia mengharapkan sosok yang kuat dan pendiam.
Sementara itu, Matthew Cuthbert yang pendiam justru merasa tersentuh oleh semangat hidup gadis itu. Hubungan mereka berkembang menjadi ikatan keluarga yang tulus, meski sang gadis harus berjuang keras membuktikan dirinya berharga bagi rumah baru ini.
Di sekolah, persaingan sengit terjadi antara dirinya dengan Gilbert Blythe setelah sebuah insiden memalukan. Ketegangan ini menjadi bumbu tersendiri yang menantang harga diri sang gadis, memaksanya untuk tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa.
Setiap hari di Avonlea adalah petualangan emosional yang menguji keberaniannya. Ia harus menghadapi berbagai prasangka sosial dan kesalahan kecil masa kecil, sembari menemukan jati diri serta arti sesungguhnya dari rumah yang selama ini ia impikan dulu.