Kalau kamu nonton Fujiwara no Teika di Uta Koi, kesan pertama yang muncul pasti dia ini orangnya dingin banget dan perfeksionis abis. Sebagai seorang penyair yang super berbakat, dia punya standar yang tinggi banget buat urusan sastra. Nggak heran sih, soalnya dia emang ambisius dan serius banget pas lagi ngerjain tugasnya sebagai penyusun antologi puisi legendaris, Hyakunin Isshu.
Tapi jangan salah paham dulu, di balik sikapnya yang kelihatan kaku dan agak menyebalkan, Fujiwara no Teika sebenarnya punya sisi yang jauh lebih dalam. Dia bukan cuma soal puisi doang, tapi juga gimana dia berinteraksi sama orang-orang di sekitarnya. Ada momen-momen tertentu di mana dia menunjukkan kalau dia peduli, meskipun cara nunjukinnya emang nggak biasa dan sering bikin orang lain salah paham.
Bisa dibilang, hidup Fujiwara no Teika itu kayak puisi yang dia tulis; penuh dengan lapisan perasaan yang tersembunyi. Dia mungkin kelihatan kayak cowok yang hidup di dunianya sendiri, tapi justru kerumitan karakternya itulah yang bikin dia jadi salah satu karakter paling menarik buat disimak di anime ini. Intinya, dia itu tipe orang yang perlu kamu kenal lebih dekat biar paham kenapa dia bersikap kayak gitu.
Sinopsis