Kalau kamu ngikutin kisah Tamamo Cross di Cinderella Gray, pasti setuju deh kalau dia itu definisi nyata dari kuda pacu yang 'kecil-kecil cabe rawit'. Lahir dengan postur yang nggak terlalu menonjol dibanding pesaing lainnya, dia sempat dipandang sebelah mata sama banyak orang. Tapi, justru karena itulah dia punya motivasi yang gede banget buat ngebuktiin kalau fisik bukan satu-satunya penentu kemenangan di lintasan balap.
Gaya larinya yang eksplosif bikin dia dapet julukan si 'Kilat Putih' atau White Lightning. Meskipun karakternya terkesan judes dan ceplas-ceplos, Tamamo Cross punya sisi yang cukup peduli sama temen-temennya, termasuk kedekatannya dengan Oguri Cap yang jadi rival sekaligus rekan seperjuangannya. Persaingan mereka berdua itu bener-bener jadi puncak emosi yang bikin penonton ikut nahan napas setiap kali mereka beradu kecepatan.
Perjalanan kariernya emang penuh lika-liku, tapi dia nggak pernah gentar meski harus berhadapan sama kuda-kuda elit. Semangatnya yang membara itulah yang bikin Tamamo Cross jadi salah satu karakter paling ikonik dan dicintai fans. Dia ngajarin kita kalau jadi underdog itu bukan alasan buat nyerah, karena selama punya tekad, mimpi buat jadi yang tercepat pasti bisa digapai.