Kalau bicara soal Naoki Azuma, dia ini tipe anak yang kelihatan punya segalanya tapi sebenarnya menderita banget. Di sekolah, dia itu anak yang pintar dan terlihat sempurna, tapi di balik itu semua, dia nanggung beban berat banget karena tekanan dari orang tuanya yang selalu menuntut dia buat jadi juara terus. Hidupnya jadi kaku banget dan nggak punya ruang buat jadi anak kecil yang normal.
Masalah makin runyam waktu dia mulai berinteraksi sama Shizuka dan Takopi. Awalnya dia cuma dianggap sebagai anak yang punya kuasa di kelas, tapi sebenarnya dia juga korban dari lingkungan yang toxic. Dia sering banget ngelampiasin stresnya dengan cara yang salah, yang bikin dia jadi salah satu karakter paling tragis di cerita ini karena dia nggak tahu cara minta tolong yang benar.
Secara keseluruhan, perjalanan Naoki Azuma itu nunjukin gimana rapuhnya mental anak-anak kalau terus-terusan ditekan oleh ekspektasi orang dewasa. Dia bukan sekadar antagonis atau korban, tapi sosok nyata yang terjebak dalam lingkaran setan kekerasan dan rasa kesepian. Akhirnya, karakter ini jadi pengingat betapa pedihnya kalau dunia anak-anak rusak gara-gara ambisi orang dewasa.
Sinopsis
ORI IN GAME