Menjelang perayaan Natal, suasana kota Enoshima diselimuti aura misterius yang tak lazim. Fenomena aneh kembali mengusik ketenangan, membawa kegelisahan bagi mereka yang terjebak dalam dilema masa lalu saat salju pertama mulai turun menyelimuti jalanan.
Sakuta Azusagawa sekali lagi harus berhadapan dengan Sindrom Pubertas yang tak terduga. Kali ini, ia mendapati dirinya terjerat dalam situasi pelik di mana keajaiban musim dingin justru menjadi ancaman nyata yang bisa merenggut kedamaian hati mereka.
Di sisi lain, Mai Sakurajima berjuang menyeimbangkan karier aktingnya dengan keinginan sederhana untuk merayakan liburan bersama. Hubungan mereka diuji oleh waktu yang kian menipis dan munculnya sosok asing yang tampak membawa kenangan dari masa lalu kelam.
Muncul pula Kaede Azusagawa yang berusaha mencari makna kehangatan keluarga di tengah hiruk-pikuk kota. Kehadirannya memberikan sentuhan emosional mendalam, memaksa sang kakak untuk lebih dewasa dalam menghadapi kenyataan pahit yang perlahan mulai terungkap.
Konflik batin dan rahasia yang terkubur kini muncul ke permukaan, menantang tekad Sakuta untuk melindungi orang tersayang. Apakah keajaiban Natal kali ini akan membawa kedamaian atau justru menjadi luka baru yang tak kunjung sembuh di tengah dinginnya malam?
Dunia remaja yang penuh teka-teki supranatural kembali menghantui. Fenomena Sindrom Pubertas yang misterius kini membawa ancaman baru bagi kedamaian hidup siswa SMA, menyisakan dilema antara logika medis dan realita emosional yang sulit untuk dijelaskan.
Sakuta Azusagawa menjalani hari dengan tenang bersama sang kekasih. Namun, ketenangan itu terusik saat sosok dari masa lalunya muncul kembali secara tiba-tiba, membawa kenangan pahit yang seharusnya telah terkubur jauh di dalam memori terdalamnya.
Mai Sakurajima harus menghadapi situasi pelik ketika cinta dan prioritas diuji oleh keberadaan seorang gadis kecil misterius. Hubungan mereka yang erat mulai diuji oleh badai emosional yang mengancam keutuhan hati kedua sejoli ini di depan publik.
Shoko Makinohara hadir sebagai kunci dari kekacauan ini, membawa teka-teki tentang masa depan dan takdir yang saling bertabrakan. Keberadaannya memaksa sang protagonis mengambil keputusan sulit yang akan mengubah jalan hidup mereka selamanya nanti.
Pertarungan batin antara keinginan egois dan pengorbanan menjadi tema utama. Ketika waktu dan ruang mulai retak, mereka harus berjuang mencari jawaban demi melindungi orang yang dicintai, meski harus menanggung beban emosional yang sangat amat berat.
Drama supranatural kembali menyapa dengan misteri remaja yang mendalam. Menjelang kelulusan sekolah, kehidupan tenang Sakuta Azusagawa mendadak terusik oleh fenomena aneh yang menargetkan orang terdekatnya. Ketegangan psikologis pun memuncak saat dunia kembali tidak stabil.
Sosok misterius yang mirip dengan adik perempuannya tiba-tiba muncul di hadapannya. Pertemuan tak terduga ini memicu kekhawatiran besar, mengingat trauma masa lalu yang sempat menguji mentalitasnya. Sakuta harus bertindak cepat sebelum situasi menjadi jauh lebih tak terkendali.
Di sisi lain, hubungan asmaranya dengan Mai Sakurajima terus diuji oleh tantangan baru. Sebagai sosok yang selalu mendukung, Mai mencoba tetap tenang, meski ia sendiri harus berhadapan dengan tekanan karier di dunia hiburan yang semakin hari kian menuntut perhatian.
Munculnya anak kecil yang membawa ransel sekolah menjadi kunci teka-teki kali ini. Sakuta merasa ada kaitan erat antara keberadaan anak tersebut dengan sindrom pubertas yang pernah ia alami. Ia pun berupaya keras menggali ingatan demi mengungkap kebenaran yang tersembunyi.
Konflik batin, dilema emosional, dan pertanyaan tentang jati diri menjadi fokus utama dalam perjalanan emosional ini. Akankah ia mampu menyelamatkan orang yang disayangi sebelum waktu kelulusan tiba? Semua rahasia perlahan akan terungkap dalam drama yang menyentuh hati ini.
Pubertas sering kali dianggap sebagai masa yang penuh gejolak emosi. Namun, bagi sebagian remaja, masa ini menghadirkan fenomena aneh yang disebut Sindrom Pubertas. Keanehan supranatural ini mampu memanifestasikan ketakutan dan keinginan mereka menjadi nyata.
Sakuta Azusagawa adalah remaja penyendiri yang sempat mengalami trauma masa lalu. Hidupnya yang tenang tiba-tiba berubah saat ia melihat seorang gadis cantik mengenakan kostum kelinci mencolok berjalan sendirian di tengah perpustakaan sekolah yang sepi.
Gadis itu adalah Mai Sakurajima, seorang aktris ternama yang sedang hiatus. Ternyata, ia terkena Sindrom Pubertas yang membuatnya perlahan menghilang dari ingatan orang-orang sekitar. Hanya Sakuta yang bisa melihat sosoknya di tengah keputusasaan sang gadis.
Keduanya pun terjebak dalam hubungan unik yang penuh misteri. Sembari berusaha menyelamatkan eksistensi Mai dari kelupaan dunia, mereka harus menghadapi berbagai korban sindrom lain yang terjebak dalam dilema batin mendalam akibat tekanan hidup remaja.
Dapatkah mereka mengurai benang kusut di balik fenomena psikis yang menghantui ini? Di balik dialog yang tajam dan situasi absurd, tersimpan perjuangan menyentuh tentang pencarian jati diri, pengakuan eksistensi, dan cara menghadapi trauma di masa muda.