Kalau ngomongin Saber di Fate/Zero, dia itu sosok yang bener-bener punya prinsip baja. Sebagai King of Knights yang legendaris, dia dipanggil ke Perang Cawan Suci bukan buat main-main, tapi punya misi pribadi yang berat banget, yaitu pengen ngubah sejarah kerajaannya yang hancur. Dia itu tipe yang kaku soal kehormatan, makanya sering banget debat kusir sama masternya sendiri, Kiritsugu Emiya, yang cara bertarungnya jauh dari kata ksatria.
Perjalanan Saber di season kedua ini makin emosional. Dia harus ngadepin kenyataan pahit pas idealismenya diadu sama raja lain kayak Iskandar dan Gilgamesh. Di momen-momen itu, kita jadi sadar kalau di balik baju zirah yang keren dan pedang Excalibur-nya yang sakti, dia sebenarnya cuma orang yang terobsesi pengen jadi pemimpin sempurna sampai lupa sama kebahagiaan dirinya sendiri.
Ending-nya buat dia bener-bener nyesek. Setelah berjuang mati-matian dan harus ngelakuin hal yang melanggar sumpahnya demi menang, dia malah berakhir dengan kekecewaan mendalam. Pokoknya, cerita Saber di sini tuh definisi dari pahlawan yang terjebak sama penyesalan masa lalu, bikin siapapun yang nonton pasti bakal simpati sama perjuangan hidup-matinya.
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis