Menyelami komedi dewasa yang penuh dengan lelucon tak terduga, OVA ini kembali membawa kekacauan di SMA Ousai. Suasana sekolah yang dulunya konservatif kini berubah total setelah aturan baru diberlakukan, memicu serangkaian momen konyol bagi para siswa.
Takatoshi Tsuda mendapati dirinya terjebak di antara anggota OSIS yang memiliki pemikiran sangat nyeleneh. Sebagai satu-satunya laki-laki yang waras, dia harus menahan diri saat dikelilingi oleh percakapan seksual yang sangat vulgar dan tidak terduga.
Ketua OSIS Shino Amakusa selalu memimpin dengan ide-ide mesumnya yang membuat suasana jadi canggung. Di sisi lain, Aria Shichijou kerap menimpali dengan komentar blak-blakan yang semakin memperkeruh situasi di ruang OSIS yang sangat kacau.
Kehadiran Suzu Hagimura memberikan sedikit keseimbangan lewat tingkahnya yang kritis dan mudah terpicu amarah. Namun, dinamika mereka tetap berputar pada candaan nakal yang menguji kesabaran sang ketua OSIS yang seringkali salah paham dalam berbagai hal.
Ketegangan meningkat saat mereka menghadapi serangkaian acara sekolah yang menuntut kerja sama tim yang solid. Apakah mereka bisa menyelesaikan tugas tanpa terbawa arus percakapan kotor? Inilah kisah perjuangan bertahan hidup di tengah badai humor dewasa.
Situasi di SMA Ousai kembali memanas dengan tingkah laku liar yang tak terduga. Film ini membawa komedi dewasa khas sekolah yang penuh lelucon mesum nan absurd. Kehidupan OSIS yang seharusnya tenang justru berubah menjadi medan tempur penuh godaan yang sangat konyol.
Sosok Takatoshi Tsuda yang merupakan satu-satunya anggota laki-laki di OSIS harus berjuang keras menahan godaan. Dia terjebak dalam pusaran percakapan ambigu dari para anggota perempuan yang haus perhatian dan gemar melontarkan lelucon vulgar setiap saat.
Ketua OSIS yang karismatik, Shino Amakusa, sering kali memicu kekacauan dengan pemikirannya yang kelewat dewasa. Di sisi lain, Aria Shichijo selalu mendukung dengan candaan eksplisit yang membuat suasana ruang OSIS menjadi sangat canggung bagi Tsuda.
Tidak ketinggalan, Suzu Hagimura terus berusaha mempertahankan kewarasannya di tengah kegilaan yang terjadi. Kepribadian unik mereka menciptakan dinamika yang sangat menghibur, di mana batasan antara formalitas sekolah dan obsesi pribadi terus diuji setiap hari.
Saat festival sekolah semakin dekat, tekanan pun meningkat bagi para pengurus OSIS. Mereka harus menghadapi berbagai situasi kocak yang menguji kesabaran dan persahabatan. Apakah mereka mampu menyelenggarakan acara besar ini tanpa terjerumus ke dalam skandal memalukan?