Tema: Adult Cast, Historical, Samurai, Visual Arts
1
Ketika seni menjadi senjata paling tajam di zaman perang, saksikanlah bagaimana keindahan dan ambisi beradu dalam drama sejarah yang penuh intrik, filosofi, dan gairah estetika yang luar biasa memukau di setiap detiknya.
Sinopsis
Zaman Sengoku bukan cuma soal pedang dan darah, tapi juga tentang estetika yang mematikan. Di balik ambisi para jenderal besar untuk menyatukan Jepang, terdapat dunia rahasia teh dan seni yang justru menjadi medan pertempuran para pria yang sangat ambisius.
Furuta Sasuke terjebak di tengah dilema berat antara kesetiaan kepada tuannya dan hasrat gilanya terhadap benda-benda seni. Dia adalah seorang samurai yang lebih memilih keindahan cangkir teh daripada sekadar kekuasaan politik yang membosankan.
Hubungan intens terjadi saat dia melayani sang penguasa bengis Oda Nobunaga. Di bawah bayang-bayang sang tiran, Sasuke mencoba menyeimbangkan jiwanya yang artistik dengan brutalnya tuntutan perang yang memaksa setiap orang menjadi monster haus darah.
Konflik batin makin meruncing saat dia berinteraksi dengan Sen no Rikyu, sang maestro teh yang memiliki pandangan hidup berbeda. Persaingan filosofis mereka menciptakan ketegangan yang lebih tajam daripada sabetan katana di tengah hiruk-pikuk sejarah.
Keindahan benda antik menjadi simbol status sekaligus cara bertahan hidup di era yang kacau. Apakah obsesi terhadap kesempurnaan seni mampu membawa kedamaian bagi seorang prajurit, atau justru menjadi jalan pintas menuju kehancuran yang sangat nyata?