Seita adalah seorang remaja berusia 14 tahun yang harus dewasa sebelum waktunya saat Perang Dunia II melanda Jepang. Setelah rumahnya hancur kena bom dan ibunya meninggal dunia, dia benar-benar jadi tumpuan hidup bagi adiknya yang masih kecil, Setsuko. Dia tipe kakak yang rela ngelakuin apa aja biar adiknya tetap tersenyum di tengah kondisi yang serba kekurangan.
Demi menjaga keselamatan dan kebahagiaan Setsuko, Seita memutuskan buat pindah ke sebuah gua tua supaya mereka bisa hidup mandiri tanpa harus menumpang terus di rumah bibinya yang kurang ramah. Sayangnya, idealisme dia buat nggak mau minta bantuan orang lain justru jadi bumerang. Kondisi kesehatan Setsuko perlahan makin drop karena kelaparan dan penyakit, sementara Seita mati-matian cari makanan tapi hasilnya sering nggak cukup.
Cerita tentang Seita ini bener-bener nyesek banget karena dia cuma pengen jadi pelindung buat adiknya di tengah dunia yang lagi kacau balau. Perjuangannya yang berakhir tragis itu bikin banyak orang ngerasa campur aduk, antara sedih, kasihan, sekaligus salut sama kegigihannya. Dia adalah representasi korban perang yang kehilangan segalanya, termasuk masa kecilnya sendiri.