Cuma di season ini kita bakal dibuat senam jantung non-stop selama lima set penuh, gais! Siap-siap merinding liat Tsukishima mode badas pas nge-blok smash monster Ushijima yang bener-bener gak ada obatnya.
Sinopsis
Abis berhasil menang dramatis melawan SMA Aoba Jousai, SMA Karasuno—yang dulunya sempat diejek sebagai "raksasa yang jatuh" atau "gagak yang gak bisa terbang"—akhirnya sukses melaju ke babak final Turnamen Musim Semi. Tapi, langkah mereka buat bisa dapet tiket ke turnamen nasional bener-bener dihadang tembok raksasa. Karasuno kudu wajib mengalahkan sekolah unggulan nomor satu, Akademi Shiratorizawa, yang terkenal sebagai raja terakhir di prefektur mereka.
Rintangan paling mematikan buat Karasuno adalah ace andalan Shiratorizawa, Wakatoshi Ushijima. Cowok ini bukan cuma pemain nomor satu di Prefektur Miyagi, tapi juga masuk dalam jajaran tiga besar ace terbaik di seluruh Jepang yang pukulannya setara monster. Cuma tim terkuat yang bisa lolos ke tingkat nasional, dan karena laga ini adalah kesempatan terakhir bagi anak-anak kelas tiga buat main di nasional, Karasuno gak punya pilihan selain ngeluarin semua modal teknik yang udah mereka pelajari selama kamp pelatihan kemarin.
Baku hantam di lapangan voli ini dipastikan bakal berjalan super menegangkan, penuh tensi, sekaligus bikin merinding. Berbekal kombinasi serangan cepat Hinata-Kageyama dan pertahanan solid yang digalang Tsukishima, Karasuno bakal berjuang mati-matian buat menumbangkan sang raja. Pertempuran antara sang gagak melawan burung elang putih pun resmi dimulai!
Saksikan pertarungan epik penuh emosi dan strategi tingkat tinggi di mana setiap servis serta spike menjadi penentu harga diri tim demi ambisi menjadi yang terbaik di seluruh Jepang yang penuh akan rivalitas panas.
Sinopsis
Ajang penentuan menuju turnamen nasional akhirnya tiba di depan mata. SMA Karasuno harus menghadapi lawan terberat mereka, Akademi Shiratorizawa, yang merupakan penguasa prefektur dengan pertahanan yang sangat kokoh dan serangan mematikan dari sang ace utama.
Shoyo Hinata kini berada dalam tekanan besar karena harus berhadapan dengan tembok pertahanan raksasa. Semangatnya yang membara sering kali berbenturan dengan taktik disiplin lawan yang sangat efisien dalam mencetak poin di setiap kesempatan krusial.
Di sisi lain, Tobio Kageyama dituntut untuk tetap tenang di bawah tekanan mental yang mencekam. Persaingannya dengan Wakatoshi Ushijima menjadi sorotan utama, di mana kekuatan fisik brutal bertemu dengan visi permainan jenius yang presisi.
Kei Tsukishima pun memegang peran vital dalam mengatur strategi pertahanan tim yang lebih cerdas. Ia harus melampaui batas kemampuannya demi menahan laju serangan lawan yang tanpa ampun, sekaligus membuktikan bahwa kecerdasan bisa mengalahkan otot.
Pertarungan ini bukan sekadar voli, melainkan adu ideologi dan filosofi yang dipertaruhkan di atas lapangan. Siapakah yang akan bertahan hingga akhir untuk meraih tiket ke Tokyo, dan siapa yang harus merelakan mimpi mereka terkubur dalam kekalahan?