Di film kedua ini, Shaoran balik lagi ke Tomoeda dengan niat bulat buat nembak Sakura. Dia kelihatan jauh lebih dewasa dan pede dibanding pas awal-awal mereka kenalan. Meskipun masih suka salting kalau lagi berdua, tekadnya buat jujur sama perasaannya sendiri bener-bener bikin penonton ikut gemes sekaligus baper.
Sayangnya, momen romantis mereka harus terganggu gara-gara kemunculan kartu misterius yang bikin kota jadi kacau. Shaoran yang biasanya jadi rival, di sini malah jadi partner setia yang jagain Sakura mati-matian. Dia sadar kalau ancaman kali ini jauh lebih bahaya, jadi dia rela ngelakuin apa aja biar Sakura tetap aman, bahkan pas memori berharga tentang dirinya terancam hilang.
Perjuangannya buat ngadepin situasi sulit bareng Meiling dan teman-temannya nunjukin sisi heroik Shaoran yang keren abis. Dia nggak cuma pinter soal sihir, tapi juga punya hati yang tulus. Meskipun dia harus melewati rintangan yang bikin nangis, dedikasi dia buat menjaga hubungan sama orang yang disayang jadi poin paling menyentuh di film ini.