Kalau kamu kenal Yang Wen-li, pasti setuju deh kalau dia itu definisi 'jenius yang malas'. Dia sebenarnya cuma pengen pensiun tenang-tenang sambil baca buku dan nyeduh teh, tapi apa daya, situasi politik di Aliansi Planet Bebas selalu bikin dia terus-terusan ditarik ke medan perang. Meskipun dia sendiri ogah banget sama yang namanya kekerasan, otaknya yang encer justru bikin dia jadi ahli strategi paling ditakuti se-galaksi.
Gaya kepemimpinannya juga beda banget sama jenderal lain. Dia nggak pernah tuh teriak-teriak atau sok intimidatif. Dia lebih suka dengerin masukan bawahannya, kayak Julian Mintz yang selalu setia di sampingnya. Karena sikapnya yang rendah hati dan jujur, anak buahnya jadi loyal banget sama dia, bahkan pas dia lagi bosen-bosennya ngadepin politik kantor yang ruwet dan bikin darah tinggi.
Sayangnya, kehidupan Yang Wen-li nggak seindah teh sorenya. Dia harus berhadapan langsung dengan rival abadinya, Reinhard von Lohengramm, yang punya ambisi besar buat ngerombak galaksi. Meskipun mereka ada di kubu yang berseberangan, ada rasa saling hormat yang mendalam di antara keduanya. Bagi Yang, kemenangan dalam perang cuma statistik, tapi bagi sejarah, dia tetaplah sosok legendaris yang nggak bakal terlupakan.
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis
Sinopsis