Kalau ngomongin Hiiragi Kashima, pasti yang terlintas duluan adalah sosok drummer yang enerjik dan punya aura 'main character' banget. Di balik gayanya yang kadang terkesan berisik dan blak-blakan, sebenarnya dia itu anak yang penyayang, apalagi kalau sudah sama sahabat masa kecilnya, Mafuyu Sato. Dia tipe orang yang nggak bisa diam kalau ada masalah yang belum selesai, makanya dia selalu berusaha keras buat menjembatani komunikasi di antara teman-temannya.
Di film kali ini, fokus cerita Hiiragi beralih ke hubungan rumitnya bareng Shizusumi Yagi. Kita diajak lihat sisi Hiiragi yang lebih rapuh dan jujur sama perasaannya sendiri. Dia bukan cuma sekadar drummer band syh, tapi juga remaja yang lagi berjuang mencari jati diri dan keberanian buat menyatakan cinta ke orang yang paling berharga buat dia setelah sekian lama memendamnya.
Perjalanan emosional Hiiragi ini benar-benar bikin penonton ikut ngerasa gregetan sekaligus terharu. Dia akhirnya sadar kalau untuk melangkah ke depan, dia harus berdamai dengan masa lalu dan berani terbuka soal apa yang sebenarnya dia mau. Pokoknya, perkembangan karakter Hiiragi di cerita ini sukses bikin kita semua makin sayang sama dia, karena dia berhasil membuktikan kalau di balik sifatnya yang santai, dia punya tekad yang kuat banget.