Kalau bicara soal Kyoumoto, dia itu tipe orang yang super pemalu dan lebih milih buat ngurung diri di kamar daripada bergaul. Dia punya passion yang gila banget sama seni dan gambar, sampai-sampai dia mendedikasikan seluruh waktunya buat belajar teknik menggambar yang lebih jago. Saking introvert-nya, dia bahkan sempat nolak buat sekolah biasa karena merasa dunianya cuma ada di balik meja gambar.
Titik balik hidupnya dimulai pas dia ketemu sama Fujino, rival sekaligus sosok yang dia kagumi. Awalnya Kyoumoto cuma pengagum rahasia, tapi akhirnya mereka bisa jadi rekan duet yang saling melengkapi dalam bikin manga. Buat Kyoumoto, Fujino bukan cuma sekadar teman, tapi juga orang yang kasih dia keberanian buat keluar dari zona nyaman dan ngerasain gimana serunya punya impian bareng-bareng.
Sayangnya, perjalanan mereka nggak selalu mulus dan penuh kejutan yang bikin nyesek. Kyoumoto tumbuh jadi sosok yang mandiri dan bertekad kuat buat ngejar pendidikan seni yang lebih tinggi, meski itu artinya dia harus ninggalin kenyamanan bareng Fujino. Walaupun waktunya bareng sahabatnya itu singkat, pengaruh Kyoumoto ke hidup Fujino dan dedikasinya dalam berkarya tetap jadi warisan yang sangat berkesan.