Kalau ngomongin Rei Ayanami, pasti yang langsung kepikiran adalah sosok gadis yang super misterius dan irit bicara. Sebagai pilot Eva-00, dia hidupnya cuma buat nurutin perintah dan nggak pernah nunjukin emosi yang meluap-luap. Di mata orang lain, dia kayak boneka yang cuma bisa jalanin misi, apalagi hubungannya sama Gendo Ikari juga kelihatan kaku banget dan penuh rahasia yang bikin kita bertanya-tanya sebenarnya dia ini siapa.
Nah, pas masuk ke film The End of Evangelion, peran Rei Ayanami jadi makin krusial dan mind-blowing banget. Dia ternyata bukan manusia biasa, melainkan wadah buat jiwa Lilith. Momen paling ikonik pas dia akhirnya milih buat nggak nurutin kehendak Gendo lagi dan malah milih buat nyatu sama Shinji Ikari. Di sinilah sisi kemanusiaan dia akhirnya kelihatan, pas dia ngasih keputusan penentu nasib seluruh umat manusia di bumi.
Bisa dibilang, perjalanan dia itu tragis tapi puitis banget. Lewat pengorbanannya, kita jadi sadar kalau Rei Ayanami punya keinginan sendiri terlepas dari takdir sebagai kloningan Yui Ikari. Dia akhirnya bisa ngerasain apa itu rasa sayang yang tulus, meskipun harus dibayar dengan kehancuran dunia yang bikin penonton ikutan galau setelah selesai nonton filmnya.
Sinopsis