Dunia ini dihuni oleh entitas purba misterius yang disebut Mushi, makhluk kasat mata yang hidup berdampingan namun tersembunyi dari pandangan manusia. Keberadaan mereka sering kali memicu fenomena ganjil yang tidak bisa dijelaskan oleh logika sains modern.
Seorang pengembara bijak bernama Ginko mendedikasikan hidupnya untuk meneliti makhluk ini. Dengan rambut putih dan satu mata hijau yang khas, ia melintasi pelosok desa untuk membantu orang-orang yang terkena dampak buruk dari fenomena supranatural.
Sebagai seorang Mushishi, ia bertindak layaknya seorang dokter yang menyembuhkan jiwa sekaligus fisik. Ia sering bertemu penduduk desa yang ketakutan, menuntun mereka memahami bahwa Mushi tidak jahat, mereka hanya berusaha bertahan hidup di alam ini.
Konflik batin muncul saat ia harus memilih antara menjaga keseimbangan ekosistem atau menyelamatkan nyawa manusia. Perjalanannya bukan sekadar petualangan, melainkan refleksi mendalam mengenai posisi manusia di tengah keteraturan semesta yang sangat luas.
Keheningan alam menjadi saksi bisu setiap pertemuan emosional yang dialaminya. Setiap langkahnya adalah usaha untuk merajut kedamaian antara dua dunia yang berbeda, memaksa penonton merenungkan eksistensi serta keajaiban yang tersembunyi dalam bayang-bayang.
Dunia fantasi kelam kembali memanggil saat permainan Alice Game memanas di musim kedua ini. Boneka-boneka cantik nan misterius terpaksa saling beradu kekuatan demi membuktikan siapa yang paling layak untuk menjadi sosok sempurna dan bertemu dengan sang pencipta legendaris.
Jun Sakurada kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehidupan tenangnya terusik oleh kehadiran para boneka. Ikatan emosional yang terjalin antara dirinya dengan Shinku semakin rumit karena beban tanggung jawab menjaga martabat sang boneka.
Ketegangan memuncak dengan munculnya Barasuishou, sosok antagonis yang sangat haus akan pertarungan dan kekuasaan. Kehadirannya mengancam kedamaian para boneka lainnya, memaksa mereka menentukan pihak dalam pertempuran mematikan yang penuh dengan tipu daya licik.
Hubungan antara Suiseiseki dan Souseiseki pun diuji oleh takdir yang kejam. Kesetiaan mereka terbelah di tengah ambisi besar, menciptakan dinamika drama yang menyayat hati di balik kemegahan gaun serta keindahan rupa boneka-boneka porselen tersebut.
Permainan mematikan ini menuntut harga mahal bagi setiap langkah yang diambil. Apakah semangat persahabatan mampu menembus dinginnya takdir, ataukah mereka justru terjerumus dalam kehancuran abadi yang direncanakan oleh musuh yang bersembunyi dalam bayang-bayang gelap?