Amerika tahun 1930-an jadi panggung kekacauan brutal yang memadukan aksi kriminal, misteri supernatural, dan komedi gelap. Di tengah hiruk-pikuk pelarangan minuman keras, sebuah kereta api legendaris bernama Flying Pussyfoot menjadi saksi awal tragedi berdarah.
Sosok Isaac Dian dan pasangannya, Miria Harvent, adalah dua pencuri eksentrik yang selalu membawa tawa di tengah kekacauan. Kehadiran mereka seringkali tak sengaja memicu rentetan peristiwa tak terduga yang melibatkan sindikat kejam kota.
Di sisi lain, Firo Prochainezo dari keluarga mafia Martillo mencoba menjalani hidup dengan caranya sendiri. Dia terjebak dalam pusaran konflik rahasia setelah terlibat dengan ramuan misterius yang menjanjikan keabadian bagi mereka yang meminumnya.
Dinamika panas muncul saat Ladd Russo, seorang pembunuh psikopat yang haus darah, mulai menebar teror di atas kereta. Ia terobsesi dengan kematian dan tantangan, menjadikannya musuh berbahaya bagi siapa saja yang mencoba menghalangi jalan gilanya.
Semua benang merah ini saling berkelindan, mempertemukan orang-orang asing dalam sebuah takdir yang tak terhindarkan. Pertarungan ideologi, ambisi akan keabadian, dan kesetiaan diuji di tengah kekacauan total yang membuktikan bahwa kejahatan punya pesonanya.
Dunia musik klasik yang megah bertemu dengan realitas jalanan yang keras dalam kisah drama musikal ini. Di sebuah hutan tersembunyi, sebuah piano tua yang rusak menjadi saksi bisu bakat luar biasa yang lahir dari keterbatasan, menanti untuk ditemukan dunia.
Kai Ichinose adalah bocah nakal yang tumbuh di lingkungan kumuh namun memiliki koneksi magis dengan tuts piano. Kehidupan bebasnya berubah drastis saat ia bertemu dengan anak pindahan dari Tokyo yang memiliki impian besar menjadi pianis hebat.
Shuhei Amamiya datang dengan latar belakang keluarga musisi ternama dan teknik sempurna. Pertemuan mereka memicu rivalitas sengit sekaligus persahabatan unik, di mana mereka saling belajar tentang makna sebenarnya di balik dentuman melodi indah.
Ketegangan memuncak ketika mereka harus menghadapi kerasnya kompetisi profesional yang penuh ekspektasi. Sementara itu, Sosuke Ajino, seorang mantan pianis legendaris, melihat potensi mentah dalam diri sang bocah hutan yang ingin ia asah menjadi berlian.
Apakah ambisi harus mengorbankan jiwa, atau justru melengkapinya? Melalui alunan melodi yang emosional, mereka berusaha menemukan jati diri masing-masing di atas panggung besar, mempertaruhkan impian demi sebuah pertunjukan yang akan mengubah hidup selamanya.