Konflik politik dan militer yang mencekam terus menghantui benua Cruzon. Perang antara Kerajaan Krisna dan Kekaisaran Athens semakin memanas, memaksa setiap orang untuk mengorbankan segalanya. Ketegangan di garis depan menciptakan atmosfer yang sangat suram.
Rygart Arrow, seorang pemuda tanpa kemampuan sihir, kini memikul beban berat untuk melindungi sekutu. Ia terjebak dalam dilema moral yang mendalam, harus melawan teman masa kecilnya sendiri demi mempertahankan kedamaian yang terasa makin mustahil.
Di sisi lain, Zess menghadapi gejolak batin yang hebat. Sebagai prajurit Athens, ia terpaksa berhadapan dengan kawan lamanya di medan tempur yang kejam. Hubungan mereka yang dulu erat kini terancam hancur oleh kesetiaan pada negara masing-masing.
Sigyn Erster terus berjuang mengoptimalkan teknologi kuno Delphine agar rekan-rekannya selamat. Kecerdasannya menjadi tumpuan harapan di tengah ancaman kehancuran. Namun, tekanan dari otoritas militer membuatnya harus mengambil keputusan yang sangat sulit.
Pertempuran skala besar menanti di depan mata, menguji batas kemampuan serta mental para pejuang. Di tengah hujan peluru dan dentuman robot raksasa, mereka harus memilih antara kebenaran pribadi atau takdir negara yang sedang berada di ujung tanduk kehancuran.
Dunia remaja seringkali penuh gejolak emosi dan pencarian identitas diri yang membingungkan. Berlatar di sekolah dasar, anime slice-of-life ini dengan sangat menyentuh memotret kerapuhan masa transisi saat anak-anak mulai menyadari siapa diri mereka yang sebenarnya.
Shuichi Nitori adalah anak laki-laki pendiam yang memendam rahasia besar, yakni keinginan kuat menjadi perempuan. Pertemuan dengan sahabatnya, Yoshino Takatsuki, yang juga merasa tidak nyaman dengan gendernya, membawa mereka dalam ikatan batin unik.
Bersama-sama, mereka mencoba mengeksplorasi identitas lewat pakaian dan rahasia kecil yang hanya diketahui berdua. Dukungan tulus dari Saori Chiba yang penuh rasa ingin tahu pun menambah dinamika pertemanan mereka yang rentan akan tekanan sosial serta ekspektasi.
Konflik batin memuncak ketika Mahiru Shirai dan teman-teman lainnya mulai menyadari perbedaan mencolok di antara mereka. Ketakutan akan penolakan serta sulitnya mengungkapkan perasaan jujur membuat keseharian mereka di sekolah berubah menjadi panggung drama emosional.
Kisah ini menggali kedalaman psikologis tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri di tengah dunia yang kaku. Menghadapi pubertas, mereka harus memilih antara mengikuti arus norma atau memperjuangkan jati diri meskipun harus melewati jalan yang begitu terjal.
Musim kedua ini kembali membawa kisah romansa sekolah yang manis dan penuh emosi. Setelah berhasil membangun persahabatan, kini tantangan baru hadir saat hubungan asmara harus mulai dirajut dengan jujur di antara ketidakpastian perasaan yang mendalam.
Sawako Kuronuma, gadis pemalu yang dulu dijauhi, kini mencoba membuka diri. Namun, dia harus berjuang lebih keras untuk memahami bahasa cinta yang rumit, terutama ketika seseorang dari masa lalu mulai menguji kesabaran dan keyakinan hatinya.
Di sisi lain, Shouta Kazehaya yang ceria mulai merasa gelisah. Kehadiran orang baru dan ketidaktahuan Sawako membuatnya sulit menyampaikan isi hati yang sebenarnya, menciptakan jarak yang tidak terduga di antara mereka berdua di sekolah.
Konflik batin pun memuncak saat Kento Miura hadir memberikan perhatian yang berbeda. Kehadirannya memicu kecemburuan sekaligus keraguan yang membuat suasana sekolah menjadi lebih dramatis, memaksa semua pihak untuk berani menghadapi perasaan mereka.
Ketulusan menjadi kunci utama dalam perjalanan emosional ini. Akankah setiap kata yang tertahan mampu tersampaikan sebelum waktu berlalu? Segalanya bergantung pada keberanian mereka untuk jujur demi mencapai kebahagiaan yang selama ini dinantikan bersama.