Dunia skateboard bawah tanah kembali memanas saat musim panas tiba di Okinawa. Kehidupan penuh adrenalin yang selama ini tersembunyi di balik kegelapan sirkuit S kini menghadapi ancaman baru. Ketegangan meningkat drastis ketika sebuah turnamen rahasia mendadak digelar.
Reki harus membuktikan kemampuan modifikasinya yang jenius di tengah tekanan kompetisi yang kian ketat. Ia berjuang keras untuk terus berada di sisi sahabatnya, meski keraguan mulai menghantui benaknya terkait masa depan mereka sebagai pemain skateboard.
Di sisi lain, Langa merasa kehilangan arah saat lawan tangguh dari masa lalu kembali menantangnya. Kecepatan serta gaya bebasnya yang fenomenal kini diuji oleh taktik licik musuh baru yang berniat menghancurkan reputasi mereka di arena balap legendaris tersebut.
Hubungan mereka yang erat kini diuji oleh ego dan ambisi yang meluap. Miya pun ikut terseret dalam pusaran konflik ini, mencoba menjaga stabilitas tim dengan gaya sarkastiknya, sementara Shadow berusaha melindungi teman-temannya dari bahaya nyata.
Konfrontasi emosional di atas papan seluncur mencapai titik didih saat rahasia kelam sirkuit S mulai terungkap. Mereka harus memacu papan secepat mungkin untuk mempertahankan ikatan persahabatan mereka di tengah lintasan maut yang siap merenggut segalanya.
Mononoke The Movie: Chapter II - The Ashes of Rage
4
Sinopsis
Kegelapan kembali menyelimuti dunia lewat horor psikologis yang kental dengan estetika visual tradisional Jepang. Kali ini, narasi membawa kita ke balik tirai kemegahan istana yang menyimpan bara dendam membara, di mana rahasia kelam siap meledak kapan saja.
Seorang pengembara misterius yang dikenal sebagai Kusuriuri hadir kembali dengan pedang pengusir iblisnya. Ia harus menelusuri lapisan emosi manusia yang busuk untuk mengungkap identitas mononoke yang kini menghantui kehidupan orang-orang istana.
Konflik memuncak saat Asa terjebak dalam pusaran intrik politik yang licik. Sebagai sosok yang penuh keraguan, ia berinteraksi intens dengan sang penjual obat, berusaha mencari kebenaran di tengah tipu daya yang menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya.
Ketegangan meningkat ketika Sahari mulai menampakkan ambisi pribadinya yang berbahaya. Ia menjadi katalis bagi munculnya berbagai roh jahat, memaksa sang pengusir iblis untuk bergerak cepat sebelum amarah yang terpendam meluluhlantakkan seluruh isi istana.
Pertarungan bukan lagi soal pedang, melainkan tentang memahami luka batin yang memicu kemunculan sang makhluk. Akankah kebenaran mampu menjinakkan kebencian, atau justru api kemarahan akan menghanguskan segalanya hingga menyisakan abu penderitaan yang abadi?