Dunia bisbol SMA yang intens kembali membara lewat tambahan cerita eksklusif ini. Fokusnya tetap pada kehidupan penuh keringat dan air mata di asrama Seido, di mana setiap detik di lapangan latihan menjadi taruhan untuk bisa meraih posisi pemain utama bergengsi.
Eijun Sawamura hadir dengan semangat membara yang tak pernah padam meski ia harus terus berjuang membuktikan diri. Kepribadiannya yang berisik dan keras kepala sering kali memicu gesekan lucu namun penuh emosi dengan rekan setim yang sangat ambisius.
Di sisi lain, Kazuya Miyuki tetap menjadi otak jenius di balik pelat penangkap. Hubungan mereka bukan sekadar baterai pemain, melainkan dinamika saling percaya yang diuji lewat tekanan latihan keras demi meraih impian menjadi juara nasional di turnamen.
Ketegangan meningkat saat sosok Satoru Furuya muncul memberikan ancaman posisi bagi sang protagonis utama. Rivalitas sehat namun mematikan ini memaksa para atlet muda tersebut untuk mendobrak batas kemampuan fisik demi menjaga kehormatan seragam tim mereka.
Kisah ini menggali sisi kemanusiaan di balik statistik pertandingan yang dingin. Perjuangan untuk diakui di tengah persaingan ketat menuntut pengorbanan besar, sekaligus mengingatkan bahwa ikatan persahabatan adalah kunci bertahan di bawah terik matahari.
Dunia fiksi ini memperkenalkan sebuah boneka unik bernama Hybrid Child yang bisa tumbuh layaknya manusia jika diberikan kasih sayang. Di balik pesona kecantikan mereka, tersimpan kisah emosional tentang ikatan tak terpisahkan antara pemilik dan ciptaannya.
Kisah dimulai dari Kotaro Izumi, seorang pewaris keluarga bangsawan yang harus menghadapi kenyataan pahit saat bonekanya mulai rusak. Ia berusaha memperbaiki sosok istimewa tersebut, meski tahu bahwa waktu mungkin tidak lagi berpihak padanya.
Muncul pula sosok Hazuki, sang boneka setia yang memiliki ikatan mendalam dengan tuannya. Keduanya terjebak dalam dinamika emosional yang rumit, di mana perbedaan status antara manusia dan mesin perlahan memudar seiring berjalannya waktu yang singkat.
Konflik batin semakin terasa ketika Ichi Seya hadir membawa perspektif baru tentang tanggung jawab serta cinta. Ia berusaha memahami esensi kehidupan dari boneka-boneka yang mampu merasakan kesedihan, kegembiraan, hingga rasa sakit kehilangan yang sangat pedih.
Perjalanan ini mengeksplorasi arti keberadaan saat cinta harus diuji oleh kefanaan. Ketika batasan antara realitas dan buatan kabur, mereka semua dipaksa merenungi betapa berharganya setiap detik bersama sosok terkasih sebelum segalanya menghilang ditelan masa.