Pulau terpencil menjadi saksi bisu rangkaian tragedi mengerikan yang menyelimuti sekelompok jenius berkumpul. Dalam balutan genre misteri psikologis nan kelam, atmosfer isolasi menciptakan ketegangan mencekam saat kematian mulai menghantui kediaman mewah tersebut.
Seorang pemuda sinis bernama Iii-chan terseret dalam pusaran ini. Ia terjebak bersama individu dengan kecerdasan di atas rata-rata yang memiliki ego tinggi, membuat interaksi mereka penuh dengan ketegangan mental yang sangat melelahkan bagi siapa saja.
Kehadiran Tomo Kunagisa, seorang gadis jenius yang eksentrik namun rapuh, menjadi satu-satunya jangkar emosional bagi sang protagonis. Ikatan unik mereka diuji ketika kepercayaan perlahan runtuh karena setiap orang menyimpan rahasia gelap yang ingin disembunyikan.
Sosok Iria Akagami sang tuan rumah yang misterius mengundang mereka semua dengan agenda tersembunyi. Keberadaan para tamu istimewa ini memicu konflik pelik, di mana logika dan deduksi menjadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup dari ancaman nyata yang mengintai.
Ketidakpastian menyelimuti setiap sudut ruangan saat detektif amatir dipaksa mengungkap motif pembunuh di balik serangkaian aksi brutal. Pertarungan ideologi dan akal sehat pun tak terelakkan dalam labirin penuh tipu daya yang menantang batas kewarasan setiap karakternya.
Dunia penerbitan kamus yang sunyi ternyata menyimpan drama mendalam tentang dedikasi manusia terhadap bahasa. Di tengah gemerlap kota, sebuah divisi kecil berjuang keras menyusun karya monumental demi menjembatani komunikasi antar sesama manusia lewat kata-kata.
Mitsuya Majime adalah seorang pria pendiam yang merasa asing dengan lingkungan sosial. Hidupnya berubah drastis saat ia direkrut oleh tim editor kamus karena ketelitiannya yang luar biasa dalam memahami makna setiap kata yang sering diabaikan orang lain.
Di sana, ia bertemu dengan Masashi Nishioka, sosok yang jauh lebih santai namun punya bakat komunikasi hebat. Mereka dipaksa bekerja sama meski memiliki kepribadian bertolak belakang, menciptakan gesekan menarik dalam upaya menyempurnakan kamus besar.
Kehadiran Kaguya Hayashi memberikan warna baru bagi kehidupan personal sang editor. Melalui jalinan kasih yang tumbuh perlahan, ia belajar bahwa menyatakan perasaan terkadang jauh lebih sulit daripada mendefinisikan ribuan kata di dalam sebuah buku tebal.
Tantangan semakin berat ketika waktu dan sumber daya terus mendesak langkah tim kecil ini. Mereka harus beradu dengan ego serta perubahan zaman, membuktikan bahwa ketekunan dalam merawat bahasa adalah wujud cinta paling murni bagi masa depan umat manusia.