Hidup di pesisir pantai Izu menjanjikan impian masa muda yang ceria bagi mahasiswa baru. Namun, realitanya justru berubah menjadi komedi kacau penuh pesta alkohol dan aksi konyol saat sekelompok pria bergabung dengan klub menyelam bernama Peek a Boo.
Iori Kitahara datang ke kota ini berharap kehidupan kampus yang ideal. Malang, ia justru terseret ke dalam lingkaran setan para senior yang terobsesi dengan pesta minuman keras setiap hari, menghancurkan ekspektasi hidup tenang yang ia dambakan.
Hubungan Iori dengan sepupunya, Chisa Kotegawa, semakin rumit karena sang gadis sangat membenci gaya hidup hura-hura tersebut. Gadis pendiam ini adalah penyelam berbakat yang selalu merasa malu memiliki kerabat yang berkelakuan seperti berandalan mabuk.
Dinamika juga diperparah oleh Kohei Imamura, teman satu nasib yang aneh dan terobsesi dengan budaya otaku. Bersama-sama, mereka berdua sering menjadi korban kejahilan para senior yang egois, terjebak dalam masalah demi masalah yang konyol namun seru.
Di balik tawa dan kekacauan, mereka perlahan belajar tentang arti persahabatan sejati dan indahnya dunia bawah laut. Meskipun sering terlibat konflik absurd, kebersamaan mereka membawa petualangan tak terlupakan dalam menyongsong kedewasaan yang unik.
Tahun 90-an adalah era keemasan mesin arcade yang penuh warna dan suara riuh. Di balik kepulan asap rokok dan koin yang beradu, tersimpan kisah cinta unik yang tumbuh lewat game fighting legendaris. Sebuah drama romansa masa muda yang nostalgia dan penuh tawa.
Haruo Yaguchi hanyalah bocah SD yang hidupnya berpusat pada game. Baginya, menang adalah segalanya. Namun, dunianya tiba-tiba jungkir balik saat ia kalah telak dalam Street Fighter II oleh teman sekelasnya yang kaya raya, cantik, namun sangat pendiam.
Gadis itu adalah Akira Ono, sosok sempurna yang tertekan oleh ekspektasi keluarga. Melalui pertarungan digital, keduanya membangun ikatan emosional unik. Tanpa sepatah kata pun, permainan menjadi bahasa rahasia mereka yang paling jujur dan sangat mendalam.
Kehadiran Koharu Hidaka menambah dinamika rumit di antara mereka. Gadis yang sebelumnya tidak mengerti dunia game ini perlahan mulai tertarik pada Haruo, menciptakan cinta segitiga yang tak terelakkan di balik layar mesin arcade yang makin memanas setiap hari.
Seiring berjalannya waktu, persaingan sengit ini berubah menjadi refleksi tentang masa depan. Haruskah mereka terus mengejar skor tinggi, atau mulai menghadapi realita kehidupan yang semakin menuntut? Persahabatan mereka diuji oleh waktu, ambisi, dan perasaan.
Dunia panggung adalah segalanya bagi gadis-gadis di Akademi Musik Seisho. Mereka berlatih keras untuk menjadi bintang besar di masa depan, namun sebuah audisi rahasia di bawah tanah mengubah segalanya. Kompetisi misterius ini mempertaruhkan kilau bintang setiap siswi.
Karen Aijo adalah gadis yang sangat bersemangat dan ceria. Sejak kecil, dia berjanji pada sahabatnya, Hikari Kagura, untuk berdiri bersama di panggung yang sama. Janji masa kecil itu kini menjadi bahan bakar utama baginya untuk terus berjuang keras.
Hubungan mereka yang sempat terpisah jarak kini diuji kembali saat Maya Tendo, sang primadona sekolah yang tak tertandingi, berdiri sebagai dinding besar. Keberadaan Maya menuntut kesempurnaan mutlak yang membuat persaingan di atas panggung semakin memanas.
Tak ketinggalan, Claudine Saijo yang ambisius selalu berusaha melampaui kemampuan rekan-rekannya. Dinamika antara rasa kawan dan rivalitas sengit membuat setiap pertarungan di panggung Revue terasa sangat emosional, penuh dengan ambisi serta harga diri.
Ketegangan memuncak ketika para gadis ini dipaksa mengorbankan impian orang lain demi meraih posisi Top Star. Mampukah janji masa kecil bertahan di tengah kompetisi kejam yang menguji batas kemampuan, dedikasi, serta arti sejati dari sebuah kilau bintang?