Dunia hewan antropomorfik hidup dalam ketegangan antara karnivora dan herbivora yang dipenuhi kecurigaan. Di Akademi Cherryton, kehidupan sekolah terlihat normal sampai sebuah pembunuhan brutal mengguncang komunitas, memicu trauma dan ketakutan mendalam.
Legoshi adalah seekor serigala abu-abu pendiam yang mencoba menekan insting pemangsanya. Ia berjuang melawan prasangka orang lain yang selalu melihatnya sebagai monster berbahaya hanya karena ukuran tubuhnya yang besar dan taring tajam miliknya.
Pertemuannya dengan Haru, seekor kelinci putih kecil, menjadi titik balik emosional baginya. Rasa benci dan cinta bercampur aduk, memaksa sang serigala mempertanyakan apakah perasaannya adalah bentuk kasih sayang tulus atau sekadar dorongan lapar.
Sementara itu, Louis sang rusa merah yang ambisius memimpin klub teater dengan perfeksionisme tinggi. Ia berusaha membuktikan bahwa herbivora bisa lebih kuat dari predator, menjadikannya rival sekaligus sosok yang menantang moralitas dalam diri sang protagonis.
Drama psikologis ini menyelami sisi gelap naluri liar di tengah masyarakat beradab. Ketika rahasia sekolah mulai terkuak, mereka semua terjebak dalam dilema antara menuruti hasrat alami atau menjaga martabat di tengah dunia yang terus menuntut kesetaraan.
Musim ketiga kembali menyajikan komedi kehidupan sekolah yang penuh kekacauan antara saudara kandung. Fokus utamanya tetap pada dinamika keseharian yang tidak masuk akal, dibalut dalam format episode singkat yang padat tawa serta bumbu drama keluarga yang sangat relate.
Kisah ini menyoroti hubungan antara Shi Fen, kakak laki-laki yang super jahil dan sering bikin kesal, dengan adiknya yang galak. Keduanya terjebak dalam interaksi penuh cekcok, di mana sang kakak selalu mencari cara untuk memancing emosi sang adik.
Shi Miao adalah adik perempuan yang tangguh dan jago bela diri. Ia harus menghadapi kelakuan kakaknya yang kekanak-kanakan di rumah maupun sekolah. Konflik internal mereka menjadi motor penggerak utama cerita yang sering kali memicu kekacauan besar.
Muncul pula Zhen Kai, sahabat karib yang menambah warna dalam lingkaran pertemanan mereka. Kehadirannya sering menjadi penengah atau justru menambah beban bagi duo bersaudara ini. Hubungan mereka selalu diuji oleh situasi konyol yang menuntut kesabaran.
Menghadapi berbagai masalah remaja mulai dari percintaan hingga ujian sekolah, mereka belajar arti kedekatan keluarga yang unik. Meski sering bertengkar, ikatan batin mereka tetap kuat. Inilah kisah perjuangan bertahan hidup melawan kejahilan kakak sendiri.
Drama musikal yang menyentuh hati ini kembali berlanjut saat Klub Koto SMA Tokise bersiap menghadapi tantangan besar. Persaingan kian memanas, menuntut dedikasi total dari setiap anggota demi mencapai puncak kompetisi nasional yang begitu prestisius dan penuh tekanan.
Chika Kudo, mantan berandalan yang menemukan jati diri lewat musik, kini harus mengendalikan emosinya. Ia berjuang keras membuktikan bahwa prasangka orang lain tentang masa lalunya tidak akan menghalangi impian tulusnya untuk terus memainkan alat musik itu.
Hubungan antara Takezo Kurata sebagai ketua klub dan Satowa Hozuka sang pemain jenius semakin dalam. Keduanya berusaha menyatukan visi musik yang sempat terpecah, menciptakan harmoni yang mampu menggetarkan jiwa para pendengar di tengah badai keraguan.
Ketegangan meningkat saat mereka harus berhadapan dengan lawan yang jauh lebih berpengalaman dan ambisius. Tekanan mental menguji integritas setiap pemain, memaksa mereka menghadapi trauma masa lalu serta ego masing-masing demi keselarasan nada yang sempurna.
Apakah mereka mampu melampaui keterbatasan dan menyampaikan perasaan lewat senar-senar koto? Pertarungan emosional ini adalah tentang pertumbuhan, keberanian untuk jujur, serta kekuatan persahabatan yang mengubah hidup selamanya di atas panggung besar.