Sekolah elit Ousai kini telah bertransformasi menjadi institusi campuran yang penuh dengan dinamika kocak. Komedi situasi nan vulgar dan penuh lelucon dewasa kembali hadir, membawa kekacauan baru di setiap sudut koridor sekolah yang semakin ramai oleh siswa.
Takatoshi Tsuda yang malang masih terjebak sebagai satu-satunya pria di OSIS. Ia harus bertahan menghadapi tingkah laku liar Shino Amakusa yang hobi melontarkan candaan menjurus serta dominasi konstan dari sang wakil ketua, Aria Shichijo.
Hubungan mereka yang absurd kian diuji saat tantangan baru muncul di depan mata. Interaksi penuh ketegangan ini menuntut mereka untuk bekerja sama meski selalu dipenuhi dengan kesalahpahaman konyol yang justru mengundang gelak tawa penonton setia serial ini.
Kehadiran Suzu Hagimura sebagai bendahara yang jenius namun bertubuh mungil menambah bumbu konflik. Ia sering kali menjadi sasaran empuk godaan nakal teman-temannya, menciptakan suasana ruang OSIS yang tidak pernah tenang dan selalu penuh energi yang meledak.
Pertarungan argumen dan situasi canggung akan mencapai puncaknya di film kedua ini. Mengangkat tema persahabatan di balik lelucon eksplisit, mereka harus membuktikan bahwa meskipun penuh drama konyol, ikatan OSIS tetap menjadi prioritas utama yang tak tergantikan.
Siap-siap dibuat tertawa terbahak-bahak dalam komedi gila yang memecah ketegangan dunia Servant. Mengambil latar di Chaldea yang kacau, anime ini menyajikan sketsa jenaka di mana para pahlawan legendaris kehilangan wibawa mereka demi aksi konyol yang tidak masuk akal.
Sang protagonis setia, Fujimaru Ritsuka, harus bertahan menghadapi tingkah laku rekan-rekannya yang absurd. Bersama Mash Kyrielight yang berusaha tetap waras, ia terjebak dalam berbagai situasi yang menguji kesabaran dan mental di markas besar.
Dinamika hubungan antar karakter menjadi sorotan utama, terutama saat Artoria Pendragon bertindak di luar karakter biasanya. Konflik ringan tercipta ketika ego besar para Servant saling berbenturan, menciptakan kekacauan yang justru sangat menghibur penonton.
Gilgamesh pun tak luput dari nasib sial, terjebak dalam skema-skema menggelikan yang meruntuhkan harga dirinya sebagai raja. Sifat arogan miliknya justru menjadi bahan lelucon empuk, menambah keseruan dalam setiap episode yang penuh dengan parodi kocak nan segar.
Puncak kegilaan terjadi saat seluruh Servant berlomba meraih perhatian atau sekadar bertahan hidup dari konyolnya nasib. Tema persahabatan dan kekacauan bersatu, membuktikan bahwa bahkan pahlawan terkuat sekalipun bisa tampil sangat manusiawi dan amat lucu.